Diskusi 1 : “Kekurangan CLS Knights di Musim Lalu” (Part 1)

Pekan lalu, para rekan-rekan KnightsSociety mengadakan sebuah diskusi kecil-kecilan mengenai Penampilan CLS Knights di musim lalu (Lewat Twitter).  Tepatnya, diskusi itu membahas “Kekurangan-kekurangan yang masih menonjol dalam Kubu CLS Knights di NBL Indonesia musim 2010-2011.

Diskusi antara fans-fans itu di maksudkan untuk memberikan masukan-masukan yang notabene punya manfaat serta kegunaan untuk CLS Knights. Seluruh pendapat dari rekan-rekan KnightsSociety, setidaknya akan menjadi bahan pertimbangan bagi seluruh elemen yang ada di CLS Knights; Pelatih, pemain, maupun Manajemen (Semoga di baca..:D).

Ini yang di namakan oleh Support tidak langsung dari fans.  Kita memberikan pendapat-pendapat yang bisa menghasilkan sesuatu yang sangat berguna untuk kedepannya.  Lebih baik, lebih bermanfaat, untuk mendukung perkembangan tiap-tiap item kecil yang ada di CLS Knights.  Bukan berarti, memberikan pendapat berupa kritikan itu salah.  Justru sebaliknya, setiap kritikan akan memompa semangat para ke-Satria Knights untuk bisa lebih baik lagi dan lebih baik lagi di waktu yang akan datang.

Finish di urutan Kedua(Runner-up) NBL Indonesia musim lalu,  tidak boleh manjadikan para punggawa CLS Knights puas diri atau besar kepala.  Musim depan, peta persaingan akan semakin berat seluruh tim pasti berbenah menyambut NBL Indonesia musim depan. Bahkan target besar pasti di usung oleh seluruh pendukung setia CLS Knights : JUARA.

Beberapa item yang menjadi perhatian teman-teman KnightsSociety terhadap “ kekurangan atau kelemahan CLS Knights di musim lalu”.  Ada 3 hal yang akan di ungkapkan, Sebagai berikut :

1.   Konsistensi penampilan di setiap laga, Konsistensi pemain, dan Konsistensi dalam 1 pertandingan yang di jalanin : masih naik-turun (angin-anginan)

Menghadapi liga NBL Indonesia yang cukup panjang dan ketat (1 Musim = 27 laga dalam Reguler Season di tambah dengan Championship Series), setidaknya membutuhkan konsitensi permainan di setiap laga.  Kesiapan Fisik, Mental menjadi motor utama dalam mengapai peforma yang konsisten.  Musim lalu, CLS Knights belum menunjukan konsistensi di setiap laga yang di jalanin.  Istilahnya, angin-anginan : Kadang bagus, kadang kala jelek.  Beberapa kali CLS Knights harus bersusah payah menghadapi tim-tim peringkat bawah.  Musim lalu, CLS Knights harus puas bertengger di peringkat 4(empat) Klasemen dengan torehan 19 Kemenangan & 8 kekalahan dari 27 laga yang di lalui.

Begitu juga dengan Konsistensi penampilan dari tiap-tiap pemain.  Masih di perlukannya jam terbang yang lebih banyak lagi bagi pasukan-pasukan muda asal Surabaya ini.  Naik turun nya peform dari masing-masing pemain terlihat sangat menonjol.  Sebut saja Si A(tidak menyebutkan nama), bermain sangat bagus pada seri 1 di Surabaya, akan tetapi pada seri-seri selanjutnya : bisa di lihat peforma dia tidak maksimal atau bahkan menurun.  Banyak sekali indikasi-indikasi lain dalam hal ini Konsistensi tiap-tiap pemain dalam 1 laga ke laga berikutnya.

Bukan hanya di tiap-tiap laga saja,  dalam 1 laga/pertandingan para pemain masih terlihat naik turun.  Quarter 1 terlihat bagus, quarter 2 berkurang, quarter 3 bagus, dst.  Kekurangan inilah yang harus menjadi perhatian dari tim pelatih.  Musim depan, tantangan semakin berat : target semakin naik, peta persaingan semakin ketat, seluruh tim pasti ingin mengalahkan CLS Knights.

(Bersambung ke Part 2……..)

Posted on April 29, 2011, in From Fans and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: